Substansi

on Minggu, 11 Oktober 2009

Bodohnya aku. Setiap hari, setiap bangun pagi, yang ku pikirkan hanya bagaimana ku jalani hidupku yang masih dalam fase mimpi ini. Aku sangat bersemangat menggapai mimpi. Tetapi tanpa ku sadari bahwa sesungguhnya substansi dari segala usahaku adalah memberi. Yaitu memberi kemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi umat manusia. Proyek biogas, intan sintetis, kapal induk, semikonduktor, universitas bahkan hafalan alquran, semua itu substansinya adalah untuk menjadi manfaat bagi umat manusia dan alam semesta.
Tetapi justru hari ini aku mengabaikan substansi itu. Setiap hari kerja ku masuk pabrik, tersenyum tulus saja sulit. Rasanya malas sekali melihat wajah-wajah yang itu-itu juga setiap masuk kerja. Kerja yang sangat membosankan dengan orang-orang yang statis dan konsisten dengan pekerjaan mereka. Sepert tak ada hasrat untuk berubah. Apakah ini yang mereka sebut mapan sehingga mereka tidak berubah dan tidak mau maju? Aku tidak mengerti, menyedihkan sekali mereka itu. Makin ku pikirkan itu, aku makin heran dan makin malas berhadapan dengan mereka.
Sampai-sampai aku lupa ketika ku melayang menuju bintang-bintang mimpiku bahwa aku bekerja adalah untuk manusia-manusia yang statis itu. Untuk mengubah mereka agar lebih dapat merasakan kehidupan. Dari statis menjadi dinamis. Tidak mudah. Tapi akan ku mulai dengan sesuatu yang mungkin bisa dianggap mudah. Senyum. Ya senyum. Aku ingin setiap hari aku bertemu dengan mereka, mereka melihatku dalam keadaan ceria dan bersemangat. Mereka di pabrik, mereka di kampus, mereka di rumah, mereka tetangga-tetanggaku, mereka kerabat-kerabatku, mereka teman-teman nyata dan mayaku, mereka di manapun dan siapapun jua. Semangat, itulah aku.
Akan ku penuhi substansiku sebagai bagian dari mereka. Bagian yang berbahagia bersama mereka ketika mereka berbahagia, menghibur di kala berdukacita, memberdayakan mereka ketika mereka kehilangan daya, dan menjadi bagian yang selalu hidup dalam hati mereka. Itulah substansi cita-citaku, kawan. Menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. #istana hujan, 20 rabi'ul akhir 1430

0 komentar:

Posting Komentar



ShoutMix chat widget